oleh

Pesan Wamenag untuk PTKN: Adaptasi Kompetensi atau Tergilas Zaman Seperti Dinosaurus

MALUKU.SIN.CO.ID – Perubahan teknologi, perkembangan dunia kerja, dan semakin beragamnya persoalan masyarakat memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Dalam situasi ini, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii mengatakan pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab strategis, bukan hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menyiapkan manusia yang mampu berpikir kritis, beradaptasi, bekerja secara profesional, dan mampu memberikan solusi.

“Sejalan dengan arah tersebut, pengembangan pendidikan tinggi perlu diarahkan pada tiga hal, yaitu peningkatan mutu akademik, tidak boleh puas dengan apa yang sudah ada, mutu akademik harus terus ditingkatkan,” ujar Romo saat sampaikan orasi ilmiah pada Wisuda II Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan, Jumat (23/10/2026).

Kedua, relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan zaman. Romo berpesan bahwa perguruan tinggi harus dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Tidak merasa pintar sendiri pada saat di sekitar zaman berubah.

Baca Juga  Kemnaker Mendorong Negara ILO Pulihkan Dampak COVID-19 Untuk Dunia Kerja

“Kita sudah melihat dua contoh yang luar biasa. Dulu yang paling kuat memang sangat kuat, satwa yang bernama dinosaurus, tapi kemudian enggak mampu beradaptasi, dinosaurus punah,” tuturnya.

Romo juga mencontohkan sebuah perusahaan teknologi komunikasi yang pada awal kemunculannya dapat menguasai pasar global namun karena tidak dapat beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan zaman, akhirnya produknya hilang di pasaran.

“Karena itu, relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan zaman itu sebuah keharusan. Dan ketiga, kontribusi nyata bagi masyarakat. Bagaimana orang memiliki nilai akademik yang kemudian mampu beradaptasi dengan perubahan, tidak hanya memberi manfaat kepada dirinya, tapi mampu berkontribusi kepada masyarakat, jawabnya adalah integritas,” imbuhnya.

Menurut Romo, dengan integritas, seseorang akan dapat memberi manfaat kepada orang lain, sebagaimana istilah Arab, khairunnas anfauhum linnas, manusia yang baik dia bukan hanya pintar, bukan hanya mampu beradaptasi, tapi mampu memberi manfaat kepada sesama manusia.

Baca Juga  Ketua Umum SMSI Firdaus: Kita Tingkatkan Kebersamaan untuk Menjaga Negeri

“Penelitian perlu menjawab persoalan, pembelajaran perlu mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan, dan pengabdian kepada masyarakat perlu memberikan manfaat yang dapat dirasakan. Bagi perguruan tinggi, upaya tersebut perlu berjalan bersama dengan penguatan kehidupan keagamaan dan tanggung jawab sosial,” ungkap Romo.

“Kita ingin pendidikan, apalagi di institut keagamaan, melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, mampu berkontribusi dalam pembangunan, serta dapat mengambil bagian dalam menjaga kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam. Dalam konteks itulah Institut Agama Hindu Negeri Empu Kuturan memiliki kesempatan penting untuk terus memperkuat perannya,” kata Wamenag dalam wisuda IAHN Mpu Kuturan yang telah memasuki tahun kedua ini.

Romo berharap IAHN Mpu Kuturan dapat meningkatkan mutu pembelajaran, pengembangan penelitian yang relevan, memperluas kemitraan, dan memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  KPK Pantau Investasi Telkomsel ke GOTO

“Pesan ini mengingatkan perguruan tinggi jangan jadi menara gading. Tadi saya sangat bangga karena Institut Mpu Kuturan sudah mendapatkan kepercayaan dari stakeholder pemerintahan di Bali dan stakeholder keagamaan Hindu yang ada di Bali. Pesannya, ini terus dikuatkan dan terus dikembangkan sehingga apa yang kita hasilkan ini bisa langsung diserap untuk menempati posisi-posisi strategis bagi pembangunan bangsa dan negara,” ujarnya.

Romo menegaskan kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh perkembangan institusinya, tetapi juga oleh kualitas lulusannya dan manfaat yang dihasilkan. “Oleh sebab itu, pengembangan IAHN Mpu Kuturan perlu terus diarahkan agar mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat Bali dan pembangunan nasional,” pungkasnya.(***)